Dirjen PHU: Manfaatkan Kelemahan Jemaah Umrah Akan Berhadapan Dengan Saya

Jakarta (Sinhat)--Dalam acara penyelenggaraan kickoff rencana aksi pelaksanaan program inovasi yang melayani dan berkelanjutan haji dan umrah di Gedung Sasan Amal Bhakti Kemenag Jakarta Jumat siang (08/01), Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdu Djamil juga menyinggung tentang peningkatan trend penyelenggaraan umrah dan persoalannya.
“Dari trend tentang penyelenggaraan umrah yang semakin meningkat dan mencapai 100 ribu jemaah berangkat setiap bulannya, meningkat juga catatan persoalan yang terjadi,” Kata Djamil.
Lanjut mantan orang nomor satu di UIN Walisongo Semarang ini, persoalan umrah dibaca dari trend yang catatannya semakin tinggi, misalkan saat Desember 2015 saja 100 ribu-an jemaah berangkat umrah. Peningkatan ini diiringi meningkatnya persoalan. Penyelenggaraannya di 2016 ini bisa berpopulasi menembus 1 juta jemaah per musim. Dituntut penyelenggara berizin yang jumlahnya 650 untuk melaksanakan tugasnya dengan professional.
“Bagi mereka (penyelenggara) tidak punya izin pasang iklan. Lakukan penertiban, di Semarang ada 100 tak berizin dilakukan penertiban. Jika penyelenggara berizin bermasalah dan tidak professional maka cabut izinnya. Karena market umrah itu potensional, tapi jangan manfaatkan masyarakat yang tidak memiliki daya dan lemah. Jemaah itu banyak dari desa dan tidak teriasa dengan travelling. Jika kelemahan mereka dimanfaatkan untuk keutungan maka akan berhadapan dengan saya,” tegas Djamil. (ar/ar)

Posting Komentar untuk "Dirjen PHU: Manfaatkan Kelemahan Jemaah Umrah Akan Berhadapan Dengan Saya"